Tampilkan postingan dengan label pelet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Jurus Melet Lele #3: Bagaimana Cara Melet yang Benar



Memberi  makan lele (melet) gak susah.
Namun gampang bukan berarti tak ada caranya dan asal-asalan.

Bulan pertama merintis usaha ternak lele, kami melet mereka dengan cara yang asal tabur & asal tebar ke kolam. Yang penting lelenya sudah kami pelet. Nyatanya cara kami salah. Melet lele juga ada teorinya!

Lalu kami bertemu dan ngobrol dengan peternak lele yang lebih senior. Dari merekalah kami tahu cara memberi makan (sunda : maraban) lele yang benar. Bukan asal tabur, bukan asal tebar seperti halnya buang sampah atau lembar batu. 

Cara yang benar:
1. Pelet atau pakan ditebar di kolam seperti … hmmm… bagaimana menggambarkannya ya … seperti menebar bunga di ranjang pengantin. Pakan yang dilempar akan menyebar bagaikan jala yang ditebar nelayan, tidak berkumpul di satu titik. Nah kira-kira begitu. 
2. Perhatikan ukuran kolamnya. Pada waktu makan, lele senang berkumpul dan bergumul di satu titik. Semakin luas dan lebar kolamnya, semakin banyak lelenya maka makin banyak titik makannya. Jadi menebar pelet di kolam bisa dilakukan di satu titik, atau lebih tergantung ukuran kolam dan banyaknya lele. 

Saat ini kolam tanah kami berukuran 10 x 11 m, dengan jumlah lele yg ditanam 12ribu ekor. Ada 3 - 4 titik yang kami jadikan sasaran lempar. Semua titik itu ada di tengah kolam, karena lele yang sehat akan segera berkumpul di sekitar titik yang kami lempar. 

Kalau diamati, lele berukuran besar akan mendominasi setiap titik lempar, sementara lele berukuran kecil ada di lingkaran luar titik lempar, kalah bersaing karena ukurannya. Jadi setelah lemparan pertama ke kolam, biasanya kami lempar ke titik-titik di sekitar titik pertama itu. Dengan begitu semoga rata  lele yang dapat jatah makan. 

Ini dia cara pemberian lele yang berhasil saya himpun dari pengamatan dan praktek di lapangan. 
  1. Ambil wadah yang disesuaikan dengan jumlah lele yang akan dipelet Misalnya ember atau baskom. Buat yang menggunakan pelet pabrik, silakan dibasahi sedikit peletnya agar lunak dan mudah dimakan lele.
  2. Taruh pelet lele secukupnya di wadah tersebut, ingat bahwa jatah makan lele per hari untuk pembesaran itu 3-5% dari total berat lele. 
  3. Ambil segenggam pelet dan sapalah para lele. 
  4. Lalu bacalah bismillah (kalau muslim).
  5. Sebarkan pelet ke kolam.
  6. Sebarkan pelet dengan cara: tangan merekah luas dan bergerak anggun seperti menebar bunga di ranjang pengantin. 
  7. Ulangi terus cara no 3  - 6. 


Selamat memelet lele, kawan-kawan. 
Have fun! selalu menyenangkan kok waktu melet itu lele-lele, apalagi kalau makanya pada rakus. Hihihi. 

Rabu, 04 Mei 2011

Jurus Melet Lele #2: Jam Makan Lele

Sebagai sesama makhluk Tuhan, lele punya jam makan layaknya kita para manusia. Di belantara per-lele-an ini, kami, juga banyak peternak lele lainnya, menemukan sebuah sistem makan buat lele: pagi - siang - malam.


Jam makan yang kami berlakukan buat para lele adalah :
Antara 08.00 - 09.00
14.00
dan 20.00


Berdasarkan literatur yang baca, waktu paling baik untuk lele makan adalah malam hari (karena lele itu nokturnal) dan kapan saja yang penting mereka kenyang. Masalahnya, kami tidak bisa terus menerus ada di peternakan untuk kasih mereka makan. Bisa sih kasih mereka makan satu jam sekali, tapi prihatinnya kami yang dananya terbatas, kasihan kami yang masih harus melakukan kegiatan lain selain beternak lele. Oleh karena itu kami ciptakan jam makan lele.


Di Belanda ada peternakan yang sistem pemberian makannya menggunakan alat tertentu. Alatnya canggih, sudah menerapkan tenaga mesin. Jadinya pemberian pakan untuk lele bisa dilakukan terus menerus. Bagus ya.


Bila sekarang kami menerapkan jam makan secara berkala dalam waktu yang berdekatan, akibatnya adalah bangkrut. Pertama, anggaran untuk beli pakan jadi boros. Masalah kedua ada pada kotoran lele yang mengendap di dasar kolam. Kami harus rajin ganti air kolam karena kotoran lele yang banyak.






Jadi kondisi ideal yang saat ini bisa kami lakukan adalah memberi makan di tiga waktu dalam sehari. Lele gak akan mati kok karena bagaimanapun caranya mereka bisa  survive. Selain makan pakan yang kami beri, mereka juga makan cacing-cacing merah yang nempel di dinding-dinding kolam. Terkadang kalau kami mancing ikan, jeroan ikannya kami lempar ke itu lele. Wuahhh rampus sekali mereka makannya. Asyik!

Selasa, 03 Mei 2011

Jurus Melet Lele #1: Khasiatnya Melepas Penat

Bagian paling menyenangkan dari memelihara satwa adalah waktu memberi mereka makan. Feeding. Termasuk ngasih makan itu lele-lele. 


Kami menyukai kegiatan ini. Memberi makan ikan bagi kami rasanya seperti mengedurkan urat-urat syaraf yang tegang akibat terlalu emosi atau banyak pikiran. Semakin rakus ikan-ikan menghampiri makanan yang kami tebar ke kolam, semakin kami senang. Kalau mereka makan males-malesan, kami malah sedih dan bertanya-tanya, akibatnya urat syaraf kembali menegang. hahaha :D masalahnya ini lele produksi euy :P


Teman baik kami, sesama peternak lele, pernah bercerita. Dia punya kenalan beberapa orang polisi yang mengaku memelihara lele di belakang kantornya. Ya betul, di belakang kantor polisi dia itu disediakan sebuah kolam lele yang cukup besar. Kegiatan polisi-polisi ini pada waktu jam istirahat adalah memberi makan lele. Selain mereka makan siang, tentu saja. Mereka bilang ngasih makan lele bisa bikin rasa capek & lelah selama bertugas menguap lenyap. Mereka senyum senang, mereka tertawa. Ikan kenyang, ikan senang dan makin semangat berenang di kolam. Pokoknya sama-sama happy!


Beberapa penelitian berhasil membuktikan bahwa menyaksikan ikan berenang dalam air dapat membuat perasaan gembira, menenangkan dan meredakan stres. 


Ada cerita lain lagi. Suami istri peternak lele. Suatu kali mereka kehabisan pelet. Mereka pada akhirnya menyembelih ayam peliharaan untuk dijadikan makanan lele. Ayam ini diikat dengan tali dan digantung diujung sebatang kayu tipis. Lalu mereka dengan asyiknya ngasih makan ayam-ayam itu persis seperti memancing. Kayu dengan ayam diujungnya itu dimasukkan ke kolam lele. Para lele menghampiri dengan buas dan rakus. Beberapa saat kemudian, kayu itu diangkat. Lalu dicelupkan lagi ke kolam. Lalu diangkat. Dicelup lagi. Begitu seterusnya. Mereka senang menggoda lele yang sedang lapar rupanya. Katanya sih seneng liat lele makan enak. Halah...












Daftar Pustaka

  • http://lifestyle.okezone.com/read/2011/03/04/195/431576/pelihara-binatang-boleh-asal. Diakses tanggal 11 Mei 2011 pukul 18:04.
  • Claudy Yusuf. http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2010/12/19/senangnya-punya-hewan-peliharaan/. Diakses tanggal 11 Mei 2011 pukul 18:23
  • Dikdik Adhi & Indra Yudha. Tanggal lupa. Bisa dikonfirmasi. 


Sabtu, 30 April 2011

Jenis Pelet Buat Lele

Jenis pelet ada dua macam : terapung & tenggelam. 

Pelet Terapung 

bulat-bulat

Pelet jenis ini bagaikan life-jacket, terapung-apung di permukaan air kolam. Para lele  bermunculan naik ke permukaan air dengan buas dan lahapnya kalau kami tebar pelet. Tentu saja pada jam makan itu lele. Pelet jenis terapung sangaaaat berguna buat kami menentukan kadar pelet yang mau kami kasih ke lele. Gak akan ada yang namanya over-feeding. Kalau kami tebar peletnya & lele masih makanin ya lele masih lapar. Tapi kalau peletnya dicuekin artinya para lele sudah kenyang. Jadi ingat-ingatlah takaran yang dikasih ke lele. Biar gak mubazir. Lagipula pengetahuan takaran pelet ini bisa jadi bekal saat kami menggunakan pelet jenis tenggelam. 


Pelet Tenggelam


nempel di tepi jaring kolam tanah yang landai

Pelet tenggelam harganya lebih murah dari pelet terapung. Kekurangannya ada pada kelebihan yang dimiliki pelet terapung. Menggunakan pelet tenggelam artinya kami gak akan tahu itu pelet dimakan sama lele atau tidak. Agak riskan juga kalau kami pakai pelet jenis ini. Tips: gunakan pelet jenis ini bila kita sudah tahu berapa banyak takaran pelet yang dibutuhkan lele-lele. Jadi mau gak mau, kita pake pelet terapung dulu buat tahu segimana banyak yang bakal dimakan oleh lele-lele di satu kolamnya. 



Yang Menyatukan Keduanya




Kedua jenis pelet ini punya kesamaan yang sama : gak ribet dalam pemakaian. Pelet ini kering. Bisa disimpan di wadah macam ember atau gentong. Kalau mau ditebar ke kolam ya tinggal di tebar-tebar-tebar. Beres deh. Kesamaan lainnya ini pelet adalah mahaaalll...

Jumat, 29 April 2011

Pelet Lelenya! Pelet!

Pakan buatan pabrik biasanya berbentuk serbuk atau Pelet (bulat-bulat, berbagai ukuran, 1 - 5 mm). 



Tahukan kalian kenapa pelet ini memainkan peran yang signifikan di dunia per-lele-an? Karena Pelet ini stoknya selalu tersedia, gampang diperoleh, gak bikin ribet, dan kadar kecukupan gizinya sudah sesuai dengan kebutuhan lele (produksi). Pelet adalah angin surga bagi para peternak lele. Sayangnya, angin surga ini mesti ditebus dengan harga yang mahal. Ya, pelet lele = mahal. 

Selama kami beternak lele ini, 80% dari ongkos produksi dilalap habis sama pelet. Untuk membesarkan satu kwintal lele, pelet yang dibutuhkan satu kwintal juga. Pelet yang kami beli kisaran harganya Rp 7.000/kg. Jadi kami menghabiskan isi tabungan sebesar Rp 700.000 untuk pelet saja. Sementara itu, harga lele perkilo saat ini adalah Rp 10.000 (harga dari peternak ke bandar loh ya). 

Pabrik pakan ikan biasanya mencantumkan informasi berupa kandungan nutrisi di bungkus luar karung (kemasan pakan). Jadi sebagai pembeli, kita bisa tahu jumlah nutrisi tiap pakan-pakan yang dijual. tinggal cari mana yang dibutuhkan. 

Pelet ukurannya macam-macam, tergantung ukuran ikannya juga. Kasih makan ke lele mesti diperhatikan juga ukuran peletnya. Kalau lelenya masih kecil, ya kasih peletnya kecil juga. Kalau kegedean kasihan itu lele mulutnya gak nyampe buat makan peletnya. 

Semakin besar ukuran pelet, semakin kecil kandungan proteinnya. Hal ini karena lele besar (lele yang ukurannya menuju panen) tidak butuh protein sebanyak lele kecil.